PT ILP Dinilai Ugal-ugalan, Ratusan Pohon Milik Warga Bangun Rejo dan Gedung Aji Ditebang Secara Brutal
Tulang Bawang, hadiansatelit.com
Ketegangan terjadi di tepi sungai Tulang Bawang Desa Bangun Rejo dan Desa Gedung Aji, Tulang Bawang Lampung dengan datangnya pihak PT. Indo Lampung Perkasa (ILP) turunkan sekitar 500 orang yang terdiri dari petugas keamanan dan pekerja, lalu melakukan penebangan tanaman kelapa sawit dan karet milik warga secara sepihak.
Warga juga diusir dari lahan pertanian di tepi Sungai Tulang Bawang.
Diduga kedatangan rombongan perusahaan terkesan mengintimidasi. mereka membawa senjata tajam berupa golok, pedang, dan badik, serta puluhan mesin gergaji (SINSO) tanpa didampingi pejabat berwenang maupun surat pemberitahuan resmi. Suasana berlangsung mencekam, bagaikan hendak berperang.
Warga merasa dizholimi, karena tanah yang mereka kelola sudah sejak zaman nenek moyang.
Latif, salah satu warga yang lahir dan tumbuh di tepian Sungai Tulang Bawang, menyatakan keberatannya. Ia mengaku lahan yang dikelolanya sudah digarap sejak zaman nenek moyang, yang dulunya berupa hutan belantara dan dibuka sendiri dengan biaya dan tenaga keluarga.
“Tanpa pemberitahuan apa-apa, mereka datang membawa senjata dan mesiin gergaji (SINSO) lalu menebang tanaman kami. Padahal lahan kami berada di bibir sungai, jauh dari areal perusahaan. Kalau memang ada aturan, sampaikanlah dulu melalui pemerintah — Bupati, Camat, atau Kepala Kampung. Jangan bertindak semena-mena, seolah-olah negara ini milik perusahaan saja,” ujar Latif dengan nada bergetar. Selasa (20/10/2026).
“Dari sinilah kami menghidupi keluarga, menyekolahkan anak, dan memenuhi kebutuhan hidup. Kalau batas penggusuran 300 meter dari pinggir sungai, kami tidak keberatan. Tapi jangan ambil satu-satunya sumber kehidupan kami,” tambahnya.
Darwis, beserta warga lainnya yang lahannya ikut ditebang, sangat kecewa atas tindakan pihak perusahaan dan meminta perhatian serius dan berharap campur tangan pemerintah daerah hingga pusat.
“Saya mohon kepada DPRD Tulangbawang, Bupati Tulang Bawang, Gubernur Lampung, dan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menengahi dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak. Kami khawatir jika dibiarkan, hal yang tidak diinginkan bisa terjadi,” tegas Darwis.
Warga Meminta Tiga hal tuntutan Kepada Pemerintah dan pihak berwenang: Pertama, segera hentikan aktivitas penebangan dan pengusiran hingga ada penyelesaian yang jelas dan adil.
Kedua, lakukan penyelidikan terkait keabsahan areal, prosedur penggusuran, serta alasan pihak perusahaan membawa senjata tajam saat penebangan.
Ketiga, fasilitasi pertemuan terbuka antara pihak perusahaan, perwakilan warga, dan pemerintah untuk mencari solusi yang tidak merugikan warga.
Sampai berita ini diturunkan, warga masih berjaga di sekitar lokasi dan berharap pemerintah segera menindaklanjuti atas kejadian ini. Warga menegaskan tidak menolak aturan, namun meminta hak-hak dan sumber kehidupan mereka tetap dihargai.
Masyarakat meminta kepada pihak penegak hukum bisa menerapkan prinsip equality before the law atau persamaan di hadapan hukum secara konsisten. Harapan terkait masalahah ini diharapkan diproses secara objektif, profesional, transparan, akuntabel, dan tanpa tebang pilih agar kepercayaan masyarakat dan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga. (Medi)
