Gadis Diterkam Buaya Saat Cuci Pakaian di Sungai Way Semaka
Tanggamus, hariansatelit.com
Nasib nahas dialami Efina Diah Ayu Ningsih (18), warga Pekon Kalisari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Dia diterkam buaya saat sedang mencuci pakaian di Sungai Way Semaka, Selasa (13/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Akibat serangan predator ganas tersebut, kaki kanan Efina mengalami luka gigitan yang sangat serius hingga harus mendapatkan perawatan medis dengan 24 jahitan di Puskesmas Wonosobo.
Peristiwa mengerikan itu terjadi saat Efina tengah mencuci pakaian bersama ibunya, Poniem, serta seorang tetangga. Saat kejadian, korban berada di dalam aliran air sungai dan hanya berjarak sekitar satu meter dari ibunya.
Secara mendadak, korban berteriak histeris meminta pertolongan saat kaki kanannya diterkam buaya. Mendengar jeritan sang anak, Poniem secara refleks langsung menarik tangan Efina dan berjuang sekuat tenaga melepaskan gigitan buaya tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan.
Ketika berada di dalam air, korban tiba-tiba berteriak meminta pertolongan setelah seekor buaya menggigit kaki kanannya. Mendengar teriakan tersebut, Poniem spontan menarik tangan anaknya dan berusaha melepaskannya dari gigitan buaya.
Upaya sang ibu akhirnya berhasil. Efina dapat diselamatkan dan segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Pada Rabu pagi (14/10/2026), korban dijemput menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Puskesmas Wonosobo. Luka pada kaki kanannya dilaporkan membutuhkan 24 jahitan.
Kepala Pekon Kalisari, Burhanuddin, membenarkan adanya insiden serangan buaya yang menimpa salah satu warganya tersebut.
Dia mengatakan, Sungai Way Semaka memang dikenal sebagai habitat asli buaya dan warga sejatinya telah berulang kali diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi.
“Kondisi kemarau panjang yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering diduga memaksa masyarakat terpaksa memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan air sehari-hari, termasuk mencuci pakaian,” ujar Burhanuddin, Rabu (14/10/2026).
Burhanuddin, mengungkapkan kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah sumur warga mengering diduga membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci.
Pascakejadian, Pemerintah Pekon Kalisari bersama Camat Wonosobo dan bidan desa melakukan mitigasi terhadap keluarga korban serta kembali mengingatkan masyarakat agar menjauhi sungai tersebut. (Tans)
