Senin, September 21, 2026
Lampung Timur

Remaja Tewas Tenggelam di Danau Kemuning

Lampung Timur, hariansatelit.com

Remaja bernama Dimas Pratama (16) tewas setelah tenggelam saat berenang di Danau Kemuning, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Korban sempat berusaha ditolong temannya, tetapi akhirnya tenggelam ke dasar danau.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/9/2026) pukul 14.00 WIB. Korban diketahui merupakan warga Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Kasat reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir membenarkan peristiwa tersebut. Ia melanjutkan korban saat ini telah berada di rumah duka untuk proses pemakaman.

“Benar, kemarin kami mendapatkan laporan dari masyarakat adanya remaja yang tenggelam di Danau Kemuning. Kemarin telah dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga,” katanya, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, Dimas datang ke Danau Kemuning bersama dua temannya, Ridho Khairullah (16) dan Abas Husain (17). Ketiganya berangkat dari rumah di Desa Margasari sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan sepeda motor dengan berboncengan tiga.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB, ketiganya beristirahat di tepi danau. Tak lama kemudian, Dimas mengajak kedua temannya berenang dari sisi timur menuju tepi barat danau.

Awalnya, kedua temannya menolak karena jarak menuju tepi danau cukup jauh. Namun, setelah terus diajak, keduanya akhirnya ikut berenang.

Abas menjadi orang pertama yang berenang, disusul Ridho dan kemudian Dimas. Abas dan Ridho berhasil mencapai tepian, sementara Dimas masih berada di tengah danau.

Abas kemudian melihat Dimas tampak kesulitan berenang. Korban berhenti di tengah danau sambil melambaikan tangan.

“Melihat kondisi tersebut, temannya ini kembali berenang ke arah korban untuk memberikan pertolongan. Dia sempat menarik lengan korban, yang kemudian memegang bahunya. Kondisi itu membuat temannya ini ikut tertarik ke bawah permukaan air,” jelasnya.

“Temannya berusaha menarik rambut korban, tetapi karena kesulitan bernapas, dia akhirnya melepaskan korban dan berenang kembali ke tepi danau untuk mencari bantuan,” sambung Iksir.

Sementara itu, Abas berusaha mencari pelampung dan tali. Ridho sempat melihat Dimas melambaikan tangan untuk terakhir kalinya sebelum tenggelam ke dasar danau.

“Korban kemudian tidak terlihat lagi setelah tenggelam. Warga bersama petugas langsung melakukan pencarian hingga sore menjelang malam tubuh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya. (Nasir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *