Senin, September 21, 2026
Metro

Sekda Metro Tekankan Perlindungan Anak

Metro, hariansatelit.com

Pemerintah Kota Metro terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan perlindungan perempuan dan anak, pembangunan keluarga, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan inovasi daerah. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., saat memimpin apel mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Metro, Senin (21/09/2026).

Ahmad Hariyanto mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kejadian di lingkungan masyarakat, termasuk kebakaran lahan maupun kebakaran permukiman.

Menurutnya, kewaspadaan tidak hanya dimaknai sebagai respons saat terjadi peristiwa, tetapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah pencegahan yang terukur dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Belakangan ini hampir setiap hari terjadi kebakaran lahan maupun rumah di sekitar kita. Hal ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat sehingga berbagai risiko dapat diminimalkan sejak dini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) Kota Metro yang bertugas sebagai pelaksana apel.

Ia menegaskan bahwa keluarga, perempuan, dan anak merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Keberhasilan pembangunan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas manusia sebagai subjek sekaligus tujuan pembangunan.

“Dinas PPPA-PPKB memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya Kota Metro yang ramah perempuan dan anak, serta mendorong pembangunan kependudukan yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam konteks pemenuhan hak anak, Ahmad Hariyanto menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas kesehatan, pendidikan, perlindungan, pengasuhan, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ia menilai, upaya mewujudkan Kota Layak Anak tidak dapat dibebankan hanya kepada satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dunia pendidikan, serta masyarakat.

Untuk itu, Sekda mendorong penguatan komunikasi dan pendekatan yang lebih adaptif kepada anak-anak, seiring dengan perubahan karakter generasi saat ini yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *