Minggu, September 20, 2026
Metro

1.671 Orang di Kota Metro Dicoret Sebagai Penerima Bansos

Metro, hariansatelit.com

Sebanyak 1.671 orang di Kota Metro yang mendapat bantuan sosial dari pemerintah dikeluarkan dari penerima bantuan sosial (Bansos).

Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana menyoroti persoalan penerima bantuan sosial yang dikeluarkan akibat adanya indikasi data Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda.

“Ada 1.671 orang yang dikeluarkan dari bansos karena KK atau nomor NIK terdeteksi ganda. Padahal, keluarga tersebut menyampaikan bahwa tidak ada data yang ganda sehingga persoalan tersebut harus dilakukan secara individual dan membutuhkan justifikasi masing-masing keluarga,” kata Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana saat memimpin rapat koordinasi (rakor) di OR Setda Kota Metro, Kamis (16/09/2026).

Rakor tersebut membahas sejumlah persoalan strategis yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti, mulai dari pengelolaan sampah, kondisi keuangan daerah, stabilitas harga pangan, perlindungan sosial, ketertiban masyarakat, hingga potensi konflik sosial.

Rafieq juga menyoroti capaian penerimaan pajak daerah. Penerimaan PBB disebut telah mencapai 95,23 persen, sedangkan pajak reklame masih berada pada angka 60,4 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemetaan dan rekonsiliasi antara objek fisik reklame dengan status pajaknya dalam sistem Bapenda.Persoalan lain yang turut mendapat perhatian adalah stabilitas harga pangan. Rafieq menyebut kenaikan inflasi year on year pada Agustus mencapai 3,38 persen.

“Inflasi dan risiko gangguan pasokan pangan, persoalan lain juga harus mendapat perhatian besar terkait stabilitas harga pangan. Mengingat kenaikan inflasi year on year pada Agustus yang disebut mencapai 3,38 persen sehingga jika tidak segera ditangani takutnya akan terjadi pasokan menyusut drastis,” beber Rafieq dalam rapat tersebut.

Kemudian, Rafieq pun mengingatkan terkait penerapan anti-conflict prevention, yaitu kita mendeteksi ketegangan sosial sebelum portal ditutup. “Jadi, saya minta tolong dari teman-teman untuk dapat terus melakukan pemantauan agar tidak menjadi konflik terbuka,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Suwandi, dalam paparannya menyampaikan sejumlah langkah yang tengah disiapkan setelah berdialog dengan tokoh masyarakat terkait pengelolaan sampah. Dari dialog tersebut, disepakati bahwa sampah akan dikelola langsung oleh pamong dan masyarakat setempat.

Pemkot Metro juga telah menyiapkan kendaraan yang dapat digunakan sebagai sarana pengangkutan sampah dengan harapan dapat menjadi pilot project yang kemudian diterapkan di kelurahan lainnya.

“Dan nampaknya ini menjadi sebuah solusi yang cukup baik ketika ini bisa dilaksanakan nanti di masing-masing kelurahan. Minimal akan mengurangi beban pekerjaan di lingkungan Dinas Kebersihan,” kata Suwandi. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *