Selasa, Juli 28, 2026
Bandar Lampung

539 Petani Lampung Terapkan Penanganan Pascapanen Terintegrasi

Bandarlampung, hariansatelit.com

Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung menyatakan bahwa di Provinsi Lampung telah ada 539 orang petani yang telah menerapkan good agriculture practices (GAP) atau cara budidaya yang baik serta good handling practices (GHP) atau cara penanganan pascapanen yang baik dalam usaha tani terintegrasi kambing dengan kopi.

“Mengenai pelaksanaan program ICARE yang mengintegrasikan usaha tani kopi serta kambing, kami terus berupaya mendorong petani agar bergabung dalam kelembagaan ekonomi petani dalam bentuk koperasi. Guna meningkatkan posisi tawar, serta kemandirian dalam penyediaan sarana produksi pertanian serta pemasaran hasil,” ujar Plt Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan di Bandarlampung, Senin (26/7/2027).

Ia mengatakan saat ini telah ada lima koperasi binaan di Kabupaten Tanggamus dengan total petani tergabung mencapai 1.007 orang yang tersebar di tiga kecamatan yakni di Ulubelu sebanyak 321 orang, Air Naningan 473 orang, dan Pulau Panggung 213 orang.

Dia menjelaskan penerapan cara budidaya yang baik, dan penanganan pascapanen yang baik dalam usaha tani terintegrasi antara kopi dan kambing tersebut meliputi pelaksanaan pemupukan, pemangkasan, rehabilitasi atau peremajaan.

Kemudian penanaman hijauan sumber pakan ternak, pembuatan silase, pemanfaatan kulit kopi sebagai campuran bahan pakan, pengolahan dan pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik, pemberian obat-obatan ternak, serta kegiatan panen dan pascapanen kopi yang sudah lebih baik yakni dengan melaksanakan panen tua serta penjemuran minimal menggunakan alas terpal.

“Dengan melakukan GAP dan GHP, para anggota koperasi sebagai aktor utama penghasil produk kopi dan kambing memiliki kompetensi serta meningkatkan kapasitas, dan bisa memasarkan produknya dengan baik,” tambahnya.

Menurut dia, pendampingan pengembangan dan penguatan bisnis koperasi dalam mendukung kegiatan usaha tani terintegrasi kambing dengan kopi program ICARE terus dilakukan.

“Saat ini bisnis koperasi yang sudah berjalan melalui program ICARE yakni penyediaan sarana produksi seperti pupuk anorganik, guna mendukung penerapan good agriculture practices dan peningkatan produksi dan mutu. Petani anggota koperasi pun sudah mendapatkan kemudahan dalam pembelian pupuk berkualitas, selain itu koperasi juga dapat memberikan pelayanan penjualan ke petani lain yang belum tergabung ke koperasi. Selain itu, di 2026 ada rencana pengembangan bisnis koperasi binaan yakni pada aspek pemasaran biji kopi serta hilirisasi,” ujar dia. (herwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *