Pemkab Lampung Selatan Jamin Kesehatan Gratis bagi Seluruh Warga
Jati Agung, hariansatelit.com
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) komitmen pemerintah dalam memperkuat modal manusia melalui sektor kesehatan, dengan menjamin layanan Kesehatan Gratis bagi seluruh warganya.
Hal tersebut disampaikan Camat Jati Agung Rizwan Effendi, S.KM., MM dalam sambutannya pada acara Rembuk Stunting di Desa Gedung Harapan pada Jumat (10/7/2026).
Camat menyampaikan bahwa hingga saat ini pemribtah Kabulaten Lampung Selatan tahun 2026 ini sudah membayarkan Rp76 miliar ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS).
Camat menjelaskan UHC (Universal Health Coverage) atau Cakupan Kesehatan Universal adalah sistem yang menjamin seluruh warga memiliki akses ke layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkualitas tanpa kesulitan finansial.
“Pemahaman masyarakat mengenai Universal Health Coverage (UHC) dinilai penting agar akses layanan kesehatan dapat berjalan lebih mudah, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Program ini dirancang sebagai hak dasar masyarakat dan akan terus diperluas cakupannya hingga menjangkau seluruh populasi, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sementara itu, Puskes Banjar Agung, Wardiana ahli gizi menyatakan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) adalah bentuk posyandu yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer dalam satu kegiatan, bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia.
Posyandu ILP bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan primer, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.
Pelaksanaan Posyandu berbasis ILP di Gedung Harapan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup pemantauan gizi, imunisasi, kesehatan remaja, lansia, hingga deteksi dini penyakit. Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat merasakan manfaat layanan kesehatan yang lebih terarah, cepat, dan terintegrasi.
Sementara itu, Kepala Desa Gedung Harapan Ishadi Hanafi menyampaikan, kegiatan Rembuk Stunting yang digelar secara hybrid tersebut memiliki tujuan menyampaikan hasil analisis, evaluasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di tingkat desa secara terintegrasi.
Ishadi menambahkan, Rembuk Stunting itu juga memilik tujuan untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah desa dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi.
“Serta untuk membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di Desa Gedung Harapan,” kata Ishadi. (Mar)
