Komunitas Film Indie Pesawaran Bawa Film Lokal ke Ruang Publik
Pesawaran, hariansatelit.com
Komunitas Film Indie Pesawaran (KFIP) menghadirkan ikhtiar baru untuk mendekatkan film kepada masyarakat melalui program Layar Tancap Budaya. Program yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana ini akan menggelar pemutaran film gratis di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung.
Founder Genia Visinema sekaligus sutradara dan pegiat Komunitas Film Indie Pesawaran, Rizqon Agustia Fahza, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat setelah 18 tahun berkarya di jalur film independen.
“Layar Tancap Budaya bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga ruang bersama untuk mengenalkan identitas budaya Lampung melalui karya-karya film yang lahir dari daerah sendiri,” ujarnya.
Program ini dirancang berkeliling ke sepuluh kabupaten di Lampung dengan menghadirkan tiga film karya sineas lokal, yakni Ayudia dan Jalan Pulangnya, Sukmailang, dan Hikayat Pendekar Khakot. Ketiga film tersebut mengangkat beragam kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta kekayaan budaya Lampung.
Pemutaran perdana akan berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, di Lapangan Sinar Petir Bulok, Kabupaten Tanggamus. Selanjutnya digelar Sabtu, 4 Juli 2026, di Lapangan Selapan, Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dan Minggu, 5 Juli 2026, di Lapangan Banjar Negeri, Way Lima, Kabupaten Pesawaran.
Seluruh kegiatan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diajak hadir bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati pengalaman menonton film di ruang terbuka, sekaligus mempererat kebersamaan melalui karya-karya anak daerah.
Menurut Rizqon, kehadiran layar tancap menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi menonton bersama yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang apresiasi yang lebih luas bagi sineas lokal agar karya mereka dapat bertemu langsung dengan penontonnya.
Melalui program ini, Komunitas Film Indie Pesawaran berharap film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan identitas daerah. Masyarakat pun dipersilakan mengusulkan lokasi pemutaran berikutnya agar Layar Tancap Budaya dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Provinsi Lampung. (Farizi)
