Kamis, Mei 7, 2026
Pringsewu

Pringsewu Belajar Alat Penerangan Jalan ke Madiun

Pringsewu, hariansatelit.com

Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Lampung, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madiun guna mempelajari implementasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada sektor Alat Penerangan Jalan (APJ).

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara langsung. Selasa, (5/5/2026).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa skema KPBU telah terbukti menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan penerangan jalan umum (PJU) yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Melalui KPBU, pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Ini adalah bentuk transformasi tata kelola, dari sekadar belanja menjadi pengelolaan berbasis kinerja dan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penerangan jalan memiliki peran vital dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, menekan angka kriminalitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Sementara itu, Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menegaskan bahwa pihaknya tengah menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan APJ, mulai dari sebaran lampu yang belum merata hingga tingginya beban tagihan listrik.

“Kondisi eksisting di Pringsewu menunjukkan bahwa sebagian besar titik lampu belum memenuhi standar teknis, bahkan penggunaan lampu hemat energi masih sangat terbatas. Karena itu, KPBU menjadi pilihan strategis untuk melakukan percepatan pembangunan sekaligus efisiensi anggaran,” ungkap Riyanto.

Ia juga menekankan bahwa skema KPBU memungkinkan pembangunan ribuan titik lampu jalan tanpa harus mengeluarkan anggaran besar di awal, sekaligus menjamin pemeliharaan melalui sistem layanan penuh (full service) oleh pihak swasta.

“Dengan KPBU, risiko teknis dapat dialihkan kepada badan usaha yang lebih kompeten, sementara pemerintah fokus pada pengawasan dan kualitas layanan. Harapannya, penerangan jalan yang merata akan meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, kedua daerah juga membahas pentingnya perencanaan matang, dukungan regulasi, serta sinergi antar perangkat daerah sebagai kunci keberhasilan implementasi KPBU.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antar daerah dalam mengembangkan inovasi pembiayaan infrastruktur, sekaligus mendorong kebijakan yang adaptif, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Sanusi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *