Kamis, Mei 7, 2026
Pringsewu

Bupati Pringsewu Audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan

Pringsewu, hariansatelit.com

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas beraudiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di kantor KKP, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pringsewu, di antaranya Kepala Dinas Perikanan Supendi; Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Sulistiyo Ningsih; Kepala Dinas Pertanian Maryanto; dan Tenaga Ahli Achmad Subagio.

Pertemuan ini membahas berbagai potensi dan pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Pringsewu, termasuk penguatan budidaya perikanan, hilirisasi produk, pemberdayaan pelaku usaha perikanan, hingga dukungan program pemerintah pusat terhadap daerah.

Audiensi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga berharap adanya dukungan program, pembinaan, serta pengembangan inovasi di bidang perikanan dan UMKM agar mampu meningkatkan daya saing produk daerah.

Riyanto Pamungkas mengatakan, audiensi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pengembangan sektor perikanan di daerahnya.

“Kami membahas berbagai potensi perikanan di Kabupaten Pringsewu, mulai dari penguatan budi daya, hilirisasi produk, hingga pemberdayaan pelaku usaha perikanan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat diperlukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan.

“Kami berharap ada dukungan program dari KKP, baik dalam bentuk pembinaan, penguatan kelembagaan, maupun inovasi, sehingga produk perikanan dan UMKM di Pringsewu dapat semakin berdaya saing,” kata dia.

Menurut Riyanto, dalam audiensi ini juga menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam mengoptimalkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi daerah. (Sanusi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *