Sabtu, April 11, 2026
Lampung Selatan

Anggota DPRD Lampung Jasroni Ajak Masyarakat Jaga Nilai Gotong Royong

Jati Agung, hariansatelit.com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung H.Jasroni, S. Sos., MM mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai gotong royong yakni semangat kebersamaan dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama sebagaimana dicita-citakan pendiri bangsa.

“Kita harus menjaga nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari agar bisa menyongsong cita-cita para pendiri bangsa menjadikan Indonesia maju, berdaulat, adil, dan makmur,” kata Jasroni pada Sosialisasi Pembinaan Idelogi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Desa Way Hui pada Sabtu (11/4/2026).

Menurut dia, gotong royong menjadi salah satu kunci penting bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat dan maju.

Jasroni berharap agar masyarakat Desa Way Hui dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap kita semua bisa mengamalkan nilai-nilai pancasila, mari kita jaga persatuan masyarakat dan persatuan negara indonesia,” tegasnya.

Dia menjelaskan ideologi adalah suatu sistem nilai yang terdiri atas dasar yang menjadi cita-cita dan nilai instrumental yang berfungsi yang sebagai metode atau cara mewujudkan cita-cita suatu bangsa

“Nah ideologi bangsa adalah cara pandang bangsa dalam menyelenggarakan negaranya dan suatu sistem nilai yang terdiri atas dasar yang menjadi cita-cita serta nilai instrumental yang berfungsi yang sebagai metode atau cara mewujudkannya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Narasumber pertama Dela Rahmaswary, SH., MKn mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Jangan pernah tinggalkan nilai-nilai Pancasila yang lahir 1 Juni 1945 mampu menjadi perekat bangsa,” jelasnya.

Sambung Dela menurutnya saat ini kita sudah dipengaruhi oleh budaya individualistik. Karena itu, Pancasila yang sangat otentik dengan perkembangan zaman perlu terus diterapkan.

“Ada nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila yang selalu berkaitan dengan kehidupan masyarakat, diantaranya nilai agama dan nilai kemasyarakatan. Di dalam Pancasila juga ada nilai norma bagaimana kita menjadi masyarakat yang berlaku sopan santun bermoral dalam kehidupan bermasyarakat. Negara Indonesia yang terdiri dari perbedaan, masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan walaupun berbeda suku serta agamanya itu karena ada nilai-nilai Pancasila,” terangnya lagi.

Sementara itu, Narasumber ke dua Jainudin menyampaikan, untuk membangun sebuah negara tidak mudah, dibutuhkan pondasi yang kuat dan Indonesia memiliki pondasi atau ideologi yang kuat yaitu Pancasila.

“Satu- satunya negara yang menggunakan ideologi dari leluhur Bangsa yaitu Indonesia. Pancasila diambil dari semua golongan diakomodir dalam penyusunan Pancasila.

Sampai saat ini, nilai-nilai Pancasila masih sangat kontekstual dengan kondisi zaman. Fenomena kehidupan sekarang terutama pemuda yang sering melakukan kegiatan di jalan dengan menggangu orang, menunjukkan bahwa pemuda sekarang rapuh. Ini terjadi karena kurang perhatian orang tua dan penanaman serta pemahaman dari nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, dengan semangat kebersamaan marilah kita terus tanamkan nilai-nilai Pancasila kepada para penerus bangsa dalam hal ini adalah anak-anak kita agar mereka memiliki pemahaman yang cukup sehingga tidak adalagi generasi yang buta akan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *