Musrenbang Lampung Timur Bahas Akselerasi Infrastruktur dan Hilirisasi
Lampung Timur, hariansatelit.com
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Senin (30/03/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur, pemenuhan layanan dasar, serta hilirisasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Lampung beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, serta para narasumber dari kalangan akademisi yang turut memberikan masukan dalam forum tersebut.
Menurutnya, Musrenbang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Ia menegaskan bahwa tahun 2026–2027 menjadi fase krusial untuk memastikan perencanaan yang matang dan implementasi program yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam paparannya, Bupati Ela menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Lampung Timur juga terus didorong sebagai lumbung pangan, termasuk melalui rencana pembangunan kawasan hilirisasi pertanian di Kecamatan Pekalongan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan Bulog.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Lampung Timur mencatat angka 7,25 persen tanpa migas, namun setelah dikombinasikan dengan sektor migas, pertumbuhan berada di angka 4,65 persen. Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 13,39 persen menjadi 12,15 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan peningkatan menjadi 73,98.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi kontributor terbesar perekonomian dengan angka 24,98 persen.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung program pembangunan di Lampung Timur, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
“Dengan kondisi fiskal dan berbagai capaian program yang ada, kami optimistis Lampung Timur mampu menurunkan angka kemiskinan lebih cepat ke depan,” ujarnya.
Wagub juga mengapresiasi capaian tingkat pengangguran terbuka Lampung Timur yang berada di angka 3,18 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi sebesar 4,21 persen. Selain itu, IPM Lampung Timur yang mencapai 73,92 dinilai sebagai salah satu yang tertinggi di Provinsi Lampung.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat terus diperkuat, terutama dalam pemanfaatan data sosial ekonomi untuk memastikan program bantuan tepat sasaran. (Nasir)
