Minggu, Maret 29, 2026
Lampung Timur

Menteri Kehutanan RI Kick Off Pembangunan Pembatas TNWK untuk Atasi Konflik Satwa dan Manusia

Lampung Timur, hariansatelit.com

Kunjungan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam rangka silaturahmi Idul Fitri 1447 H sekaligus kick off pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas berlangsung khidmat di Rumah Sakit Gajah PLG, Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis (26/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap Kabupaten Lampung Timur, khususnya dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Way Kambas.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran Bapak Menteri dan jajaran memberikan energi baru bagi Lampung Timur menuju era baru, terutama dalam penguatan program konservasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pembatas taman nasional menjadi harapan besar masyarakat, khususnya bagi 38 desa penyangga dan 15 desa terdampak yang selama ini berhadapan langsung dengan konflik satwa liar.

Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa konflik antara manusia dan gajah di kawasan Way Kambas telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan solusi menyeluruh.

Ia menjelaskan, usulan awal pembangunan pembatas hanya sepanjang 11 kilometer, namun mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto hingga disetujui pembangunan sepanjang lebih dari 100 kilometer.

“Ini bentuk perhatian luar biasa dari pemerintah pusat. Kita ingin konflik yang sudah berlangsung lama ini dapat diselesaikan secara tuntas, sehingga konservasi tetap terjaga dan masyarakat bisa hidup dengan tenang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur optimistis bahwa Taman Nasional Way Kambas akan menjadi salah satu taman nasional terbaik di Indonesia jika program ini berjalan dengan baik dan didukung oleh seluruh pihak.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pendekatan baru diperlukan untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi sejak tahun 1983 tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin terus menggunakan cara lama yang terbukti belum efektif.

“Kita harus berpikir out of the box. Jika cara yang sama terus dilakukan, maka hasilnya akan tetap sama. Konflik tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan membangun pembatas taman nasional dengan teknologi dan kajian terbaik, termasuk studi dari berbagai negara seperti India dan Afrika, guna memastikan efektivitas dalam mencegah konflik antara manusia dan gajah.

Pembangunan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan konservasi di Lampung Timur sekaligus menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan kesejahteraan masyarakat. (Nasir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *