Selasa, Februari 17, 2026
Lampung Tengah

Pabrik Tapioka di Lampung Tengah Terbakar

Lampung Tengah, hariansatelit.com

Pabrik pengolahan singkong di Kabupaten Lampung Tengah terbakar. Saat terjadi kebakaran, para pekerja mendengar suara ledakan dari mesin. Peristiwa kebakaran di pabrik itu terjadi pada Sabtu (14/2/2026) petang pukul 18.00 WIB.

Dalam video yang beredar tampak para pekerja berupa menyelamatkan diri keluar dari bangunan pabrik. Di sisi lain terlihat api membumbung tinggi ke langit disertai kepulan asap hitam.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Benar, itu peristiwa kemarin (Sabtu) petang. Jadi area yang terbakar itu area mesin milik PT Sinar Pematang Mulai 2,” katanya, Minggu (15/2/2026).

Ia mengatakan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. “Kalau untuk korban jiwa syukur tidak ada, para, pekerja berhasil menyelamatkan diri. Namun untuk kerugian diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Charles menyampaikan adanya ledakan dari salah satu mesin di lokasi tersebut.

“Dari keterangan pekerja, api berasal dari panel mesin yang terlalu panas yang mengakibatkan ledakan di bagian mesin produksi sehingga menimbulkan api dan membesar membakar area mesin produksi,” jelasnya.

Diketahui pabrik tapioka PT Sinar Pematang Mulia 2 (SPM 2) yang berlokasi di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah terbakar hebat pada Sabtu (14/2/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan menghanguskan area mesin produksi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 750 juta.

Kepala Satpol PP Lampung Tengah M. Husnip melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol PP Kabupaten Lampung Tengah, Eddy Ismail Idris mengatakan pihaknya langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Selain itu, petugas juga mendapat bantuan armada dan personil tambahan untuk mempercepat proses pemadaman.

“Total ada lima unit mobil pemadam kebakaran, yakni dua unit dari Lampung Tengah, dua unit dari Lampung Timur, dan satu unit dari PT Gunung Madu,” ujar Eddy saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Wiji (40), petugas keamanan yang tinggal di Kampung Mataram Udik. Saat itu, saksi melihat api muncul dari bagian mesin produksi. (Lastri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *