Selasa, Februari 17, 2026
Lampung Timur

Bupati Lamtim Sulap Jalan Rusak Jadi Wisata “Telaga Sewu”,

Lampung Timur, hariansatelit.com

Warga Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur menyulap jalan rusak parah menjadi sindiran “Wisata Telaga Sewu” membuahkan hasil manis. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur merespons terbuka kritik tersebut dengan langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan perbaikan.

Papan bertuliskan “Grand Opening Telaga Sewu Purbolinggo Lampung Timur” yang terpasang di kubangan jalan sempat viral di media sosial. Sindiran satire ini dinilai sebagai bentuk partisipasi publik yang konstruktif dalam mendorong perbaikan infrastruktur.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa pihaknya tidak antikritik. Sebaliknya, informasi detail dari media sosial membantu pemerintah memetakan titik kerusakan prioritas.

“Bahwasanya hari ini Pemkab Lampung Timur langsung merespon cepat, dinas terkait saat ini saya perintahkan untuk menimbun lubang-lubang yang ada di jalan tersebut,” tegas Ela, Minggu (15/2/2026).

Ela memastikan bahwa ruas jalan yang menghubungkan Purbolinggo menuju Kota Metro dan Sukadana itu sebenarnya sudah masuk dalam skema pembangunan tahun ini. Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap.

“Di samping itu jalan yang sempat viral tersebut telah kami masukkan dalam anggaran Pemkab untuk dilakukan pembenahan,” ujarnya.

Bupati Ela juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas dan masyarakat yang tidak hanya melontarkan kritik, tetapi juga turun tangan membantu perbaikan awal. “Kami juga berterimakasih kepada masyarakat dan temen temen media yang telah memberikan dukungan, perhatian, dan informasi yang membangun,” katanya.

Di balik viralnya julukan “Telaga Sewu”, lahir gerakan solidaritas dari Komunitas Sosial Bagong Mogok. Bersama para relawan dan donatur, mereka turun langsung menimbun lubang-lubang besar yang membahayakan pengguna jalan menggunakan material swadaya.

Ketua Korda Bagong Mogok Lampung Timur, Santa, menyebut aksi ini berangkat dari kekhawatiran akan keselamatan warga yang melintas setiap hari.

“Kami melihat sendiri anak-anak bermain di genangan karena sudah seperti kolam. Itu bukan hanya ironi, tapi tanda bahwa kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kami bergerak karena khawatir akan keselamatan pengguna jalan, kita juga memahami anggaran pemerintah saat ini sangat terbatas,” ujar Santa.

Gerakan swadaya ini kemudian didukung penuh oleh Pemkab Lampung Timur yang menurunkan alat berat sejak Minggu (15/2/2026) untuk mempercepat proses penanganan di titik terparah. Apresiasi dari Akademisi Langkah responsif Pemkab Lampung Timur ini turut menuai pujian dari kalangan akademisi.

Dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera), IB Ilham Malik, menilai fenomena ini sebagai contoh baik jurnalisme warga.

“Informasi dari masyarakat, baik berupa foto maupun video, merupakan data awal yang sangat bermanfaat. Ini membantu pemerintah mengetahui titik-titik kerusakan jalan yang menjadi perhatian publik dan membutuhkan penanganan,” ujar Ilham. (Nasir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *