Musrenbang Dorong Perdagangan, Jasa dan Pertanian Jadi Mesin Ekonomi Wilayah
Lampung Selatan, hariansatelit.com
Kecamatan Sidomulyo mengusulkan penguatan sektor perdagangan dan jasa, serta pertanian sebagai penggerak utama perputaran ekonomi wilayah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat kecamatan, Jumat (6/2/2026).
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembangunan berbasis kolaborasi dan inovasi ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025 meningkat menjadi 73,10 dari sebelumnya 72,15 pada Tahun 2024.
“Saya minta kepada seluruh kepala desa di Kecamatan Sidomulyo untuk lebih memperhatikan anak-anak yang putus sekolah. Jangan sampai masih ada anak yang tidak mengenyam pendidikan. Jika ditemukan, segera laporkan dan ditindaklanjuti bersama dinas terkait,” tegas Wabup Syaiful.
Menurut Syaiful, Sidomulyo memiliki posisi strategis sebagai wilayah transisi dengan pertumbuhan desa yang pesat serta dinamika ekonomi yang terus berkembang. Ia menilai pertanian tetap menjadi fondasi utama, namun harus didukung kebijakan terintegrasi, inovasi pengolahan hasil, serta pengembangan UMKM berbasis komoditas lokal.
Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang perlu diatasi, antara lain rendahnya minat generasi muda di sektor pertanian, tingginya jumlah petani gurem dan buruh tani, serta keterbatasan skala usaha ekonomi perdesaan.
Sementara itu, Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, memaparkan sejumlah potensi unggulan wilayah yang menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan seperti sawit dan jagung, hingga ekonomi kreatif berupa kerajinan tapis, gula merah, genteng, dan bata.
Ia juga menyampaikan capaian pembangunan yang telah dirasakan masyarakat. Pada Tahun 2025, program bedah rumah terealisasi sebanyak 31 unit dengan total anggaran Rp620 juta.
Selain itu, terdapat 37 titik bantuan sarana dan prasarana, termasuk rekonstruksi jalan Kota Dalam-Budidaya yang sebelumnya tidak tersentuh pembangunan hampir lima dekade. “Alhamdulillah, jalan ini sudah hampir 50 tahun tidak dibangun. Di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi-Syaiful, akhirnya bisa direalisasikan,” ujar Fran.
Dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif, Sidomulyo juga menunjukkan perkembangan positif. Desa Suak berhasil meraih Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 kategori Desa Maju/Mandiri bertema Ramah Lingkungan.
Sementara itu, sektor UMKM berkembang melalui berbagai destinasi seperti Deswita Linearjo dan Wisata Kuliner KPK Selaras di Desa Sidorejo dan Sidoarjo, serta Agroeduwisata Desa Sidowaluyo berbasis peternakan kelinci dan ayam.
Dalam arah pembangunan ke depan, Kecamatan Sidomulyo menempatkan sektor perdagangan dan jasa sebagai motor penggerak ekonomi baru yang terintegrasi dengan pertanian sebagai fondasi utama. (Siahaan)
