Minggu, Februari 1, 2026
Pringsewu

Pemkab Pringsewu Dorong Pengembangan Industri MOCAF

Pringsewu, hariansatelit.com

Pemerintah Kabupaten Pringsewu mendorong pengembangan industri Modified Cassava Flour (MOCAF) berbasis klaster berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Implementasi MOCAF bertema Integrasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk Membangun Ekosistem Industri MOCAF Berbasis Klaster yang Berkelanjutan, Rabu (28/1/2026) di Graha Pamungkas, Pringsewu.

Workshop ini menghadirkan Guru Besar Universitas Jember, Prof Ahmad Subagio, sebagai tenaga ahli pengembangan MOCAF.

Kehadiran Prof. Ahmad diharapkan memberikan penguatan dari sisi akademik, inovasi teknologi, serta strategi pengembangan industri MOCAF yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan, singkong atau ubi kayu merupakan komoditas pangan strategis di Provinsi Lampung yang memiliki peran penting sebagai bahan baku industri sekaligus sumber pendapatan petani.

Namun, selama ini singkong masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh relatif terbatas.

Menurut Riyanto, pengembangan MOCAF membuka peluang besar bagi Kabupaten Pringsewu untuk mendorong hilirisasi pertanian, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Pengembangan industri MOCAF tidak bisa berjalan secara parsial. Diperlukan integrasi kebijakan lintas sektor dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas dan kualitas singkong di tingkat petani, penguatan kelembagaan, dukungan teknologi pengolahan, pembiayaan, standar mutu dan keamanan pangan, hingga perluasan akses pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis klaster diharapkan mampu membentuk ekosistem industri MOCAF yang saling terhubung antara petani, unit pengolahan, pelaku usaha, lembaga riset dan pendidikan, lembaga keuangan, serta pasar.

Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi, kualitas produk, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui workshop tersebut, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap dapat merumuskan langkah-langkah konkret, seperti sinkronisasi program perangkat daerah, penguatan peran petani dan UMKM sebagai pelaku utama klaster MOCAF.

Di samping itu sebagai peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendampingan dan alih teknologi, serta penyusunan peta jalan pengembangan MOCAF Kabupaten Pringsewu yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. (Sanusi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *