Ketua DPRD Lampura Sidak PLTA Way Besay
Lampung Utara, hariansatelit.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara merespons aspirasi masyarakat Desa Dwikora, Kecamatan Bukit Kemuning, yang mendorong bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Besay dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.
Konsep wisata tersebut sudah jadi pembahasan antara masyarakat dan DPRD Lampung Utara serta Pemerintah kabupaten setempat.
Sebagai tindak lanjut, Ketua DPRD Lampung Utara, M. Yusrizal didampingi Ketua Komisi III Rahmat Fadli serta perwakilan pemerintah kabupaten Ass I Mat Shaleh, melakukan sidak ke lokasi Surgetank PLTA Way Besay, Bukit Kemuning, Lampung Utara, Rabu (28/01/2025).
”Kami sengaja hadir meninjau lokasi PLTA Way Besay ini, menindaklanjuti hasil rapat di dewan atas apa yang menjadi aspirasi masyarakat dwikora” Kata Yusrizal di sela kunjungan ke PLTA Way Besay.
Menurutnya, peninjauan langsung diperlukan agar DPRD memperoleh gambaran utuh mengenai potensi kawasan tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
”Karena tujuan mendasar masyarakat sangat kita apresiasi bahwa untuk meningkatkan PAD serta kesejahteraan masyarakat setempat,” jelasnya.
Di menilai, gagasan dan ide dari masyarakat ini lanjutnya sangat mulia ia akan kawal terus sampai ke pemerintah pusat.
”ini ide sangat mulia, tentunya kita pemerintah akan terus kawal sampai ke pemerintah pusat khususnya kementerian pariwisata”Tukas Yusrizal.
Di lokasi yang sama, Asisten I Sekdakab Lampung Utara, Mat Sholeh mengatakan bahwa mereka menyikapi aspirasi masyarakat Desa Dwikora yang melalui DPRD.
”Sudah kita sikapi apa yang menjadi keinginan masyarakat, yakni dengan mengirimkan surat ke kementerian kehutanan untuk dijadikan tempat wisata, pemerintah akan mendukung terutama untuk pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer PLN Way Besay, Heri, mengatakan pihaknya masih harus melaporkan hasil pembahasan kepada pimpinan PLN di Bandar Lampung sebelum mengambil keputusan.
“Ada beberapa catatan yang harus kami laporkan ke pimpinan, terutama terkait risiko lokasi surgetank berdasarkan hasil uji RDP ITERA. Karena itu, saat ini kami belum bisa memutuskan,” pungkasnya.Article Image. (Awal)
