Senin, Februari 2, 2026
Metro

FKP RKPD 2027, Perkuat Arah Pembangunan Berkelanjutan

Metro, hariansatelit.com

Pemerintah Kota Metro mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan gagasan, aspirasi, serta masukan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Forum yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, Jumat (23/01/2027). Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa forum konsultasi publik memegang peran penting sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat guna menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

RKPD Kota Metro Tahun 2027 mengusung tema “Penguatan Modal Manusia dan Modal Sosial sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi-Sosial Berkelanjutan.” Tema ini dinilai relevan dengan karakter Kota Metro sebagai kota yang berkembang pesat di sektor pendidikan, jasa, dan perdagangan.

Menurut Bambang, secara geografis Kota Metro memiliki posisi strategis sebagai kota madya di Provinsi Lampung yang berperan sebagai penghubung kawasan timur Lampung, sekaligus pusat layanan pendidikan dan kesehatan. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan, namun juga menghadirkan tantangan dalam memperkuat fondasi pembangunan agar mampu bersaing di masa depan.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024 IPM tercatat sebesar 80,41 dan meningkat menjadi 81,22 pada tahun 2025 atau naik sebesar 0,81 persen. Capaian ini menempatkan Kota Metro sebagai daerah dengan IPM tertinggi kedua di Provinsi Lampung setelah Kota Bandar Lampung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peningkatan IPM tersebut mencerminkan kemajuan signifikan di bidang kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat. Di sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 69,80 persen dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 91 ribu jiwa. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,44 persen pada tahun 2025, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Wali Kota menekankan bahwa capaian tersebut harus terus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan bonus demografi, pesatnya perkembangan teknologi, serta persaingan global.

Selain itu, penguatan modal sosial juga menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Metro. Nilai-nilai gotong royong, solidaritas, kepercayaan sosial, dan partisipasi aktif masyarakat dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun kerja sama serta ketahanan sosial-ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika pembangunan daerah. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *