Beredar Nama Hanafi Sebagai Calon Potensial Mendampingi I Komang Koheri
Lampung Tengah, hariansatelit.com
Beredarnya nama Hanafi sebagai calon potensial mendampingi I Komang Koheri.
Pasca penangkapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinamika politik di daerah ini memasuki fase baru yang penuh perhitungan. Saat ini, jabatan Bupati dijabat sementara (Plt.) oleh Wakil Bupati, I Komang Koheri.
Analisis politik lokal mulai mengerucut pada satu skenario: jika proses hukum terhadap Ardito Wijaya berlanjut dan I Komang Koheri nantinya ditetapkan definitif sebagai Bupati, maka posisi Wakil Bupati akan kosong dan perlu diisi. Momentum ini memicu perbincangan serius di berbagai kalangan masyarakat mengenai sosok ideal yang akan mendampingi I Komang Koheri memimpin Kabupaten Lampung Tengah.
Beberapa nama mulai mencuat ke permukaan, berasal dari beragam latar belakang seperti politisi, akademisi, dan pengusaha. Sebagai partai pengusung utama, hak prerogatif untuk mengusulkan calon pengganti Wakil Bupati berada di tangan PDI Perjuangan.
Beberapa kader potensial dari internal PDIP Kabupaten Lampung Tengah pun mulai disebut-sebut. Di antaranya adalah I Wayan Dama (Ketua DPC PDIP Lampung Tengah), Edward Rasyid (Sekretaris DPC), Sumarsono (mantan Ketua DPC sekaligus mantan Ketua DPRD), dan Hanafi, anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari Fraksi PDIP Perjuangan.
Hanafi: Nama yang Ramai Diperbincangkan dari Wilayah Barat
Dari sejumlah nama tersebut, Hanafi, putra daerah asal wilayah barat Lampung Tengah, mendapat sorotan dan pembahasan yang intens, khususnya di akar rumput. Nama politisi yang satu ini dinilai banyak kalangan memiliki modal kuat untuk mendampingi Komang Koheri
Tokoh masyarakat dari wilayah barat yang enggan disebutkan namanya menyatakan dukungannya. “Menurut saya, jika nanti Pak Komang Koheri ditetapkan sebagai Bupati, maka Bapak Hanafi sangat layak menjadi pendamping. Selama ini, beliau dikenal sebagai anggota dewan yang aktif turun ke masyarakat. Responsif dan sigap menangani keluhan warga, terutama terkait kepentingan publik. Kehadirannya di setiap kegiatan masyarakat sangat konsisten. Karena itu, kami menilai beliau layak mendampingi Pak Komang,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari tokoh perempuan di wilayah yang sama. “Saya sebagai perempuan yang aktif di Kecamatan Pubian sering menyaksikan langsung kedekatan Bapak Hanafi dengan warga. Beliau selalu hadir dalam momen-momen penting masyarakat dan aktif menjadi jembatan aspirasi rakyat ke pemerintah daerah. Jika beliau diusung menjadi Wakil Bupati pendamping Pak Komang, itu pilihan yang sangat tepat sekaligus menjadi representasi suara wilayah barat,” tuturnya.
Representasi Wilayah dan Konektivitas dengan Rakyat Jadi Modal Utama
Dukungan terhadap Hanafi tersebut mengerucut pada dua poin kunci. Pertama, aspek representasi geografis. Hanafi dinilai akan menjaga keseimbangan dan menyatukan perspektif kepemimpinan antara wilayah pusat pemerintahan dengan wilayah barat yang memiliki karakter dan kebutuhan spesifik.
Kedua, dan yang paling disorot, adalah rekam jejak kedekatan dan responsivitasnya terhadap konstituen. Citra Hanafi sebagai politisi yang ‘turun ke bawah’, selalu hadir di tengah masyarakat, dan tanggap terhadap keluhan dinilai sebagai modal politik yang berharga dalam membangun pemerintahan yang inklusif dan dekat dengan rakyat.
Semua pihak kini tengah menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses hukum Bupati Ardito Wijaya, yang akan menjadi penentu utama bagi langkah politik selanjutnya di Lampung Tengah. Jika skenario pengisian jabatan definitif Bupati dan Wakil Bupati terjadi, maka nama-nama yang kini berembus, termasuk Hanafi, diprediksi akan masuk dalam pertimbangan serius partai pengusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
( Ts )
