OJK dan TPAKD Lampung Barat Luncurkan Desa PERKASA di Pekon Giham
Lampung Barat, hariansatelit.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Barat meresmikan Desa PERKASA (Perekonomian Kuat Masyarakat Sejahtera) di Pekon Giham, Kecamatan Sekincau.
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa melalui kolaborasi multipihak.
Acara peresmian turut dihadiri Staf Ahli Bupati Lampung Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan M. Danang Harisuseno, Deputi Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Dendy F. Amin, Perwakilan Phintraco Sekuritas Dinda Kurniawati, Manajer Regional Mekaar Lampung 4 PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Dainty Ambarina, Sekretaris BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha, serta perwakilan BRI, Bank Lampung, BPRS Lampung Barat, dan unsur desa serta kecamatan.Rabu (3/12/2025)
Manajer Senior OJK Provinsi Lampung, Novandi Syafriansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Desa PERKASA merupakan bagian dari penguatan program TPAKD untuk menjawab tantangan rendahnya literasi dan inklusi keuangan di tingkat daerah.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,40% dan inklusi keuangan 80,51%. “Artinya, dari 10 orang Indonesia, 8 telah menggunakan produk jasa keuangan, namun baru 6 yang memahami produk tersebut secara memadai,” ujarnya.
Novandi menambahkan, Desa PERKASA menjadi komitmen nyata OJK dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif hingga ke desa.
“Melalui sinergi industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, kami mendorong masyarakat agar tidak hanya menggunakan produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat, biaya, dan risikonya secara utuh,” katanya.
Pekon Giham menjadi desa ketiga di Provinsi Lampung yang ditetapkan sebagai Desa PERKASA, setelah sebelumnya di Lampung Timur dan Lampung Utara. Penetapan ini mempertimbangkan potensi unggulan daerah, khususnya kopi robusta, kesiapan kelembagaan des
