Jumat, Januari 23, 2026
Lampung Selatan

Tak Miliki Gedung, Didsik Diminta Evaluasi Rencana Beri Bantuan Revitasisasi ke SMP Batanghari 9

Jati Agung, hariansatelit.com

SMP Batanghari 9 Jati Agung kini tidak memiliki gedung lagi, lantaran gedung yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) diduga disewakan untuk dapur memasak program Makan Bergizi Gratis (MBG), satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Kini gedung sekolahan masih dalam proses pembuatan dapur MBG.

Akibatnya, kini 38 siswa dari kelasa 7 sampai kelas 9 belajar terkesan terlantar. Kini mereka belajar di gedung eks SMA Karya Bakti. Miris memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi di lapangan.

Berdasarkan informasi yang beredar pada tahun 2026 SMP Batanghari 9 akan mendapatkan bantuan revitalisasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan. Sekolah tersebut mendapatkan bantuan revitalisasi melalui program nasional yang mencakup rehabilitasi fisik, pembangunan sarana, hingga penyediaan teknologi digital seperti papan interaktif.

LSM Pemerhati Pendidikan Mistorani meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) untuk mengevaluasi kembali yang rencananya pada tahun 2026 akan memberi bantuan revitalisasi. “Apa mau direhab, kalau gedungnya saja tidak ada. Tolong Dinas Pendidikan Lampung Selatan mengevaluasi kembali rencana memberikan bantuan revitalisasi ke SMP Batanghari 9 Jati Agung,” ucap dia, Senin (1/12/2025).

Pada bantuan revitalisasi dana disalurkan langsung ke sekolah dan dikelola secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan masyarakat sekitar, serta dilengkapi pendampingan teknis dan sistem pelaporan daring melalui aplikasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar lebih aman, nyaman, dan modern.

Rincian bantuan yang diterima sekolah; Peningkatan infrastruktur fisik: Meliputi rehabilitasi ruang kelas yang rusak, pembangunan fasilitas sanitasi seperti toilet, hingga penyediaan area bermain.

Sarana digital: Sekolah akan mendapatkan perangkat seperti papan interaktif (Interactive Flat Panel/IFP) untuk mendukung digitalisasi pembelajaran.

Pelatihan guru: Pihak sekolah akan mendapatkan bimbingan teknis untuk penggunaan teknologi pembelajaran secara optimal.

Pendampingan: Sekolah akan didampingi secara berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan program.

“Pada poin pertama rehabilitasi ruang kelas yang rusak, pembangunan fasilitas sanitasi seperti toilet, hingga penyediaan area bermain. Bagaimana mau direhab, kalau gedungnya saja disewakan,” katanya.

Lebih lanjut Mistorani meminta kepada pengawas dan korwil dinilai tidak tegas dalam mengambil sikap tentang keberadaan dan kondisi SMP Batanghari 9 Jati Agung. “Mustinya pengawas dan Korwil melaporkan situasi yang sebernya terjadi di lapangan ke Dinas Pendidikan Lampung Selatan, sehingga Dinas Pendidikan bisa mengambil sikap tegas,” tegas Mistorani. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *