{"id":38319,"date":"2026-10-18T10:21:11","date_gmt":"2026-10-18T10:21:11","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=38319"},"modified":"2026-10-18T10:21:19","modified_gmt":"2026-10-18T10:21:19","slug":"siswa-sma-tewas-tertemper-kereta-api-di-natar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/10\/18\/siswa-sma-tewas-tertemper-kereta-api-di-natar\/","title":{"rendered":"Siswa SMA Tewas Tertemper Kereta Api di Natar"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan, hariansatelit.com<\/p>\n<p>Pelajar berinisial APK (17) ditemukan tewas setelah tertemper kereta api di perlintasan rel Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Saat ini jasad korban sudah dievakuasi petugas.<\/p>\n<p>Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga terkait kejadian tersebut pada Kamis (15\/10\/2026) pagi. Atas informasi tersebut, pihaknya kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi.<\/p>\n<p>&#8220;Benar, peristiwa itu pagi tadi. Jenazahnya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Natar Medika,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Budi menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat berjalan dari arah Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Haduyang menuju perlintasan rel kereta api sekitar pukul 08.00 WIB.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi berdasarkan keterangan saksi, korban ini sempat menegur salah satu saksi dengan mengatakan, &#8216;Mbak&#8217;, sebelum akhirnya terjadi peristiwa tersebut,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Terkait identitas, Budi menerangkan korban awalnya belum diketahui. Saat ditemukan, korban mengenakan seragam sekolah salah satu SMA Negeri.<\/p>\n<p>Polisi kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Metro Timur untuk menelusuri identitas korban melalui pihak sekolah. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui korban memang pernah bersekolah di SMA Negeri 4 Metro, tetapi telah pindah ke SMA di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan data sekolah, korban berinisial APK. Korban tercatat sebagai pelajar yang berdomisili di wilayah Sukodadi Pasar, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.<\/p>\n<p>Jenazah pelajar, korban tewas tertemper kereta api di perlintasan rel Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke Lampung Timur.<\/p>\n<p>Peristiwa tragis yang mengakibatkan pelajar berinisial A (17) ini meninggal dunia  terjadi pada Kamis (15\/10\/2026) pagi. Korban merupakan pelajar SMA di wilayah Pekalongan, Lampung Timur.<\/p>\n<p>Jarak dari Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan ke Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur adalah sekitar 30,4 kilometer dengan perkiraan waktu tempuh kurang lebih 52 menit menggunakan kendaraan bermotor.<\/p>\n<p>Peristiwa pelajar tertemper kereta api diketahui polisi setelah menerima informasi dari warga pada Kamis sekitar pukul 08.30 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi.<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan saksi Apriyana dan Ida Siti Saodiah, sekitar pukul 08.00 WIB, korban terlihat berjalan dari arah Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Desa Haduyang menuju perlintasan rel kereta api. (Siahaan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan, hariansatelit.com Pelajar berinisial APK (17) ditemukan tewas setelah tertemper kereta api di perlintasan rel Desa Haduyang, Kecamatan Natar,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-38319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lamsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38319"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38321,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38319\/revisions\/38321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}