{"id":37803,"date":"2026-10-01T06:21:35","date_gmt":"2026-10-01T06:21:35","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=37803"},"modified":"2026-10-01T06:21:44","modified_gmt":"2026-10-01T06:21:44","slug":"penambangan-galian-tanah-diduga-ilegal-di-komplek-perumahan-kurnia-jaya-residen-desa-banjar-agung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/10\/01\/penambangan-galian-tanah-diduga-ilegal-di-komplek-perumahan-kurnia-jaya-residen-desa-banjar-agung\/","title":{"rendered":"Penambangan Galian Tanah Diduga Ilegal di Komplek Perumahan Kurnia Jaya Residen Desa Banjar Agung"},"content":{"rendered":"<p>Jati Agung, hariansatelit.com<\/p>\n<p>Aktivitas galian tanah yang diduga merupakan penambangan ilegal alias tanpa izin di komplek perumahan Kurnia Jaya Residen Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>Mobilitas kendaraan pengangkut tanah berlangsung cukup tinggi hingga menimbulkan debu berhamburan. <\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (1\/10\/2026) terlihat kegiatan pengerukan tanah menggunakan alat berat. <\/p>\n<p>Sejumlah mobil truk juga tampak antre untuk mengangkut material dari area tersebut.<\/p>\n<p>Aktivitas itu berlangsung di lahan terbuka bersebelahan dengan perumahan Kurnia Jaya Residen Desa Banjar Agung. <\/p>\n<p>Suara mesin alat berat dan kendaraan terdengar cukup keras di sekitar lokasi.<\/p>\n<p>Warga yang enggan disebut namanya menceritakan aktivitas pengerukan tanah menggunakan alat berat excavator di lahan perumahan Kurnia Jaya Residen Desa Banjar Agung. <\/p>\n<p>Aktivitas tersebut terlihat cukup masif. Selain itu, warga menilai pengerukan tanah telah mengubah kondisi lahan di lokasi kegiatan.<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hariansatelit.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261001-WA0024-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" class=\"alignnone size-medium wp-image-37805\" srcset=\"https:\/\/hariansatelit.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261001-WA0024-300x225.jpg 300w, https:\/\/hariansatelit.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261001-WA0024-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/hariansatelit.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261001-WA0024-768x576.jpg 768w, https:\/\/hariansatelit.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261001-WA0024-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/hariansatelit.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261001-WA0024-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><br \/>\nWarga menyebut kegiatan penggalian tanah dilakukan dengan alasan pemerataan lahan perumahan. Namun demikian, mereka menduga pelaksana kegiatan juga mengambil dan menjual material tanah urug dari lokasi tersebut ke luar. <\/p>\n<p>Masih menurut warga, area yang telah mengalami pengerukan terlihat cukup luas. Karena itu, masyarakat mempertanyakan legalitas kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut.<\/p>\n<p>Di lapangan, alat berat excavator tampak melakukan pengerukan tanah secara terus-menerus. <\/p>\n<p>Warga juga mengaku melihat mobilitas kendaraan pengangkut tanah berlangsung cukup tinggi. <\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Desa Banjar Agung Lela Wati, SE mengaku tidak memberikan izin galian tanah yang diduga dikomesilkan. <\/p>\n<p>&#8220;Kalau galian tanah yang diseputaran Perumahan Kurnia Jaya Residen saya tidak mengeluarga izin, tapi kalau perumahannya izinnya saya keluarkan,&#8221; tegas kades perempuan itu. <\/p>\n<p>Sementara itu, Kasi Pertanahan Kecamatan Jati Agung Sigit Gunawan mengaku geram dengan aktivitas galian tersebut. <\/p>\n<p>&#8220;Sudah pernak kita tutup, sekarang malah buka lagi,&#8221; kata Sigit.<\/p>\n<p>Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak pengembang Perumahan Kurnia Jaya Residen Desa Banjar Agung melalui nomor telepon selulernya 082175265xxx tidak menjawab. (Mar)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jati Agung, hariansatelit.com Aktivitas galian tanah yang diduga merupakan penambangan ilegal alias tanpa izin di komplek perumahan Kurnia Jaya Residen<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":37804,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-37803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lamsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37803"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37806,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37803\/revisions\/37806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}