{"id":36841,"date":"2026-09-08T23:53:12","date_gmt":"2026-09-08T23:53:12","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=36841"},"modified":"2026-09-08T23:53:19","modified_gmt":"2026-09-08T23:53:19","slug":"pemprov-lampung-pastikan-kesiapsiagaan-destana-hadapi-dampak-erupsi-anak-krakatau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/09\/08\/pemprov-lampung-pastikan-kesiapsiagaan-destana-hadapi-dampak-erupsi-anak-krakatau\/","title":{"rendered":"Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau"},"content":{"rendered":"<p>Pesawaran,hariansatelit.com<\/p>\n<p>Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana akibat erupsi Anak Gunung Krakatau dengan memantau langsung kesiapan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>Monitoring dilakukan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (8\/9\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Lampung turut menyerahkan bantuan berupa 500 masker 3 ply, 500 masker KN95, 1.000 masker kain, 200 pakaian hazmat, serta satu unit konsentrator oksigen kepada masyarakat melalui Destana Desa Cilimus dan Desa Sukajaya Lempasing.<\/p>\n<p>Bantuan tersebut diharapkan mendukung kesiapan fasilitas dan masyarakat dalam menghadapi dampak kesehatan akibat aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.<\/p>\n<p>Wagub Jihan mengatakan bahwa pembentukan Destana oleh BPBD Provinsi Lampung sebelumnya telah disertai pelatihan dan pembekalan.<\/p>\n<p>Karena itu, kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau menjadi momentum untuk memastikan kesiapan tersebut benar-benar dapat diterapkan ketika terjadi bencana.<\/p>\n<p>\u201cDalam situasi seperti ini saya ingin mengecek kesiapan. Dalam membentuk Desa Tanggap Bencana ada pelatihan-pelatihan dan pembekalan yang diharapkan menjadi bekal ketika merespons suatu kebencanaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan struktur pengurus Destana, tetapi juga kemampuan masyarakat merespons secara cepat apabila terjadi kondisi darurat.<\/p>\n<p>Dalam monitoring tersebut, Wagub Jihan meminta pengurus Destana menjelaskan skenario penanganan apabila terjadi erupsi yang lebih besar, gempa bumi, hingga potensi tsunami.<\/p>\n<p>Di Desa Cilimus sendiri, pengurus Destana menyiapkan lokasi evakuasi di wilayah yang lebih tinggi, termasuk tenda dan dapur umum.<\/p>\n<p>Desa tersebut juga mengandalkan sistem peringatan dini berupa sirene yang dapat terdengar hingga wilayah sekitar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Destana Sukajaya Lempasing telah menyiapkan delapan titik evakuasi.<\/p>\n<p>Desa yang memiliki wilayah lebih rendah tersebut menggunakan sistem penyebaran informasi berjenjang, mulai dari perangkat desa, kepala dusun, RT, hingga masyarakat.<\/p>\n<p>Informasi peringatan juga disampaikan melalui masjid dan musala menggunakan interkom.<\/p>\n<p>Wagub Jihan menekankan bahwa titik-titik evakuasi seharusnya sudah diketahui masyarakat sebelum bencana terjadi. <\/p>\n<p>Dengan demikian, ketika peringatan dikeluarkan, warga dapat segera menuju lokasi evakuasi sambil membawa perlengkapan yang telah disiapkan dan salah satu yang ditekankan adalah Tas Siaga Bencana (TSB).<\/p>\n<p>Wagub Jihan meminta setiap keluarga menyiapkan TSB untuk masing-masing anggota keluarga.<\/p>\n<p>Tas tersebut harus ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga dapat segera dibawa ketika evakuasi diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cPrinsipnya satu orang satu Tas Siaga Bencana dan ditaruh di tempat yang terjangkau, jangan ditaruh di gudang atau tempat yang tidak bisa dijangkau,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>TSB dapat berisi kebutuhan dasar seperti air minum, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, surat berharga, uang, serta perlengkapan tambahan seperti senter dan radio komunikasi.<\/p>\n<p>Wagub Jihan juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada menyikapi aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.<\/p>\n<p>Masyarakat diminta menggunakan masker dan, jika memungkinkan, kacamata saat beraktivitas di luar rumah dan makanan serta minuman juga perlu ditutup untuk mencegah paparan abu vulkanik.<\/p>\n<p>\u201cPartikel dari abu vulkanik itu bukan seperti debu biasa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa pemerintah juga menerima laporan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di sejumlah wilayah.<\/p>\n<p>Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama paparan abu vulkanik masih terjadi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran Sopyan Agani mengatakan bahwa Pemkab Pesawaran telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan sejak menerima laporan aktivitas erupsi pada Sabtu sore.<\/p>\n<p>Dinas Kesehatan kemudian membuka posko dan mendistribusikan masker kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, pembagian masker telah dilakukan di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran dengan jumlah sekitar 80.000 masker.<\/p>\n<p>BPBD Kabupaten Pesawaran juga mendistribusikan bantuan masker, terutama ke empat kecamatan yang berada di wilayah pesisir.<\/p>\n<p>Selain bantuan, Pemkab Pesawaran memanfaatkan grup komunikasi Desa Tangguh untuk menyebarkan informasi kebencanaan secara real-time.<\/p>\n<p>Informasi perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau diteruskan secara berkala, termasuk setiap enam jam.<\/p>\n<p>Sopyan meminta kepala desa dan camat, khususnya di wilayah pesisir, memastikan seluruh kepala desa kembali aktif dalam grup komunikasi tersebut agar tidak kehilangan informasi penting terkait perkembangan situasi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Sopyan menyebut seluruh desa di Kabupaten Pesawaran secara legal telah dibentuk sebagai Desa Tangguh. Namun, sebagian desa masih membutuhkan penguatan kapasitas melalui pelatihan dan pembekalan.<\/p>\n<p>\u201cPembentukan sudah kita lakukan. Ke depan, mudah-mudahan untuk penguatan Desa Tangguh bisa kita laksanakan,\u201d pungkasnya.(herwan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran,hariansatelit.com Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana akibat erupsi Anak Gunung Krakatau dengan memantau langsung kesiapan Desa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":36842,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-36841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36841"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36841\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36843,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36841\/revisions\/36843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}