{"id":33549,"date":"2026-06-03T13:46:19","date_gmt":"2026-06-03T13:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=33549"},"modified":"2026-06-03T13:46:26","modified_gmt":"2026-06-03T13:46:26","slug":"ribuan-skl-sekolah-dasar-di-lampung-selatan-diduga-bodong-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/06\/03\/ribuan-skl-sekolah-dasar-di-lampung-selatan-diduga-bodong-2\/","title":{"rendered":"Ribuan SKL Sekolah Dasar di Lampung Selatan Diduga Bodong"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan, hariansatelit.com<\/p>\n<p>Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang telah dibagikan kepada siswa pada Selasa (2\/6\/2026) diduga borong. Pasalnya, SKL bernomor 421.2\/035\/III.01.IV.02\/07\/10800204\/2026 yang diterima siswa diduga tidak sah lantaran ada pergantian nomor kode surat SKL secara mendadak. Jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan lembar, lantaran puluhan kepala sekoah SD telah membagikan SKL kepada siswanya.<\/p>\n<p>Pada Rabu (3\/6\/2026) beredar di WhatsApp group kepala sekolah bahwa nomor SKL bernomor 421.2\/035\/III.01.IV.02\/07\/10800204\/2026 berubah menjadi  400.3.5\/52\/IV.02\/VII.08.10\/10810382\/2026. Lantaran ada perubahan nomor SKL, para kepala sekolah pun panik. Akhirnya mereka buru-buru merubahnya, bahkan masih ada kepala sekolah yang tidak tahu ada perubahan nomor SKL.<\/p>\n<p>Kejadian tersebut memang aneh. Hal tersebut menujukkan bukti carut marutnya dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan. Pihak Dinas Pendidikan Lampung Selatan sedang mempertontonkan adegan derama koreanya. <\/p>\n<p>Para siswa terlihat bangga dan terharu setelah pihak sekolah menyampaikan pengumuman kelulusan siswa kelas VI pada Selasa (2\/6\/2026), bahkan beberapa sekolah langsung membagikan SKL pada saat itu juga. <\/p>\n<p>Tristan Azka Danendra siswa kelas VI SDN 5 Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung mengaku bangga dengan klulusan yang dicapai.  Dia pun merasa puas dengan nilainyang diperolah dan akan segera mendafrkan dirinya ke jenjeng pendidikan yang lebih tinggi lagi. \u201cSaya akan segera mendaftar ke SMP,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga disampaikan Naila Zulfa Al Fakhira. Dia mengatakan bangga dengan kelulusan yang dirayakan sekaligus menerima SKL. <\/p>\n<p>Siswa lainnya di SD Negeri Marga Kaya juga menyatakan hal yang sama. Dia mengunkapkan kegembirananya setelah menerima SKL pasca pengumuman kelulusan. \u201cSaya merasa bangga dengan dibagikannya SKL ini. Saya tinggal menunggu pengumuman penerimaan pendaftaran SMP melalui Sistem Online Pendaftaran Penerimaan Murid Baru (SPMB). Rencananya mau daftar di SMP Negeri 3 Jati Agung,\u201d ungkapnya. <\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 5 Jatimulyo Sugiyono, S.Pd pada Rabu (3\/6\/2026) mengaku sedang memperbaiki nomor surat SKL. Dia terlihat kebingungan lantaran SKL sudah dibagikan kepada siswa. \u201cAda perubahan nomor SKL secara mendadak. Kini kami sedang memperbaiki nomor SKL-nya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Anehnya lagi ada kepala sekolah SDN yang justru tidak tahu ada perubahan nomor SKL. Setelah dikabari oleh wartawan, barulah dirinya bergegas menelpon dua guru wali kelas VI.<\/p>\n<p>Bahkan di Tanjung Bintang beredar isu bahwa SKL yang sudah terlanjur dibagikan ke siswa tidak perlu tarik dan diganti lagi. Alasannya SKL hanya untuk pendaftaran siswa baru ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi melalui Sistem Online Pendaftaran Penerimaan Murid Baru (SPMB) saja. \u201cSKL kan sifatnyauntuk pendaftaran ke jenjang SMP saja,\u201dujar salah satu Kepala Sekolah yang enggan namanya ditulis di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang.<\/p>\n<p>Mestinya menurut dia, surat yang tertera di SKL dikeluarkan oleh pihak sekolah, bukan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan. \u201cYang menandatangani SKL kan kepala sekolah, bukan Kepala Dinas Pendidikan,\u201d tegasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan, hariansatelit.com Surat Keterangan Lulus (SKL) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang telah dibagikan kepada siswa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-33549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lamsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33549"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33551,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33549\/revisions\/33551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}