{"id":32433,"date":"2026-05-05T22:30:37","date_gmt":"2026-05-05T22:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=32433"},"modified":"2026-05-05T22:30:42","modified_gmt":"2026-05-05T22:30:42","slug":"ekonomi-lampung-tumbuh-558-pada-triwulani-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/05\/05\/ekonomi-lampung-tumbuh-558-pada-triwulani-2026\/","title":{"rendered":"Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58% Pada TriwulanI 2026"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, hariansatelit.com<\/p>\n<p>Perekonomian Lampung pada triwulan I 2026 tetap menunjukkan kinerja yang kuat dengan<br \/>\nmencatat pertumbuhan sebesar 5,58% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang<br \/>\ntumbuh 5,54% (yoy). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Lampung pada triwulan I 2025<br \/>\nberdasarkan harga berlaku tercatat sebesar Rp132,36 triliun, sementara berdasarkan harga konstan tahun<br \/>\n2010 mencapai Rp73,44 triliun. Kinerja tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatra<br \/>\nyang tercatat sebesar 5,13% (yoy), meskipun masih sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang<br \/>\nmencapai 5,61% (yoy).<br \/>\nKinerja perekonomian Lampung yang tetap kuat pada triwulan I 2026 tercermin dari sisi<br \/>\nlapangan usaha (LU), utamanya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; LU Perdagangan Besar<br \/>\ndan Eceran; dan LU Industri Pengolahan yang masing-masing tumbuh sebesar 9,89%; 6,91%; dan<br \/>\n3,28% (yoy). Kinerja<br \/>\nLU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan terakselerasi sejalan dengan<br \/>\nberlangsungnya puncak panen raya sejumlah komoditas tanaman pangan, khususnya padi dan jagung.<br \/>\nSelaras dengan hal tersebut, Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran juga menunjukkan<br \/>\npeningkatan, didukung oleh aktivitas perdagangan komoditas antar daerah serta meningkatnya permintaan<br \/>\nmasyarakat selama periode HBKN. Di samping itu, kinerja lapangan usaha utama lainnya di Lampung,<br \/>\nyaitu Industri Pengolahan; Konstruksi; serta Transportasi dan Pergudangan, tetap terjaga dengan mencatat<br \/>\npertumbuhan positif masing-masing sebesar 3,28%; 4,96%; dan 6,11% (yoy). Capaian tersebut didorong<br \/>\npeningkatan permintaan domestik, berlanjutnya<\/p>\n<p>pelaksanaan proyek strategis pembangunan nasional dan<br \/>\ndaerah, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode HBKN. Lebih lanjut, implementasi program<br \/>\nstrategis Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan dorongan tambahan pada aktivitas ekonomi<br \/>\ndaerah, khususnya pada LU penyediaan akomodasi, makanan dan minuman yang tumbuh kuat sebesar<br \/>\n12,43% (yoy).<br \/>\nDari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2026<br \/>\nditopang oleh kinerja permintaan domestik, utamanya konsumsi rumah tangga, investasi dan<br \/>\nkonsumsi pemerintah yang masing-masing tumbuh 5,54%, 4,39% dan 13,84% (yoy). Kinerja<\/p>\n<p>konsumsi rumah tangga di Lampung menunjukkan peningkatan, didorong oleh naiknya permintaan dan<br \/>\nmobilitas masyarakat selama puncak momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Kondisi<br \/>\nini selaras dengan tetap terjaganya optimisme konsumen, yang tercermin dari rata-rata Indeks Keyakinan<br \/>\nKonsumen (IKK) Lampung sebesar 121,71 atau berada pada level optimis (indeks >100). Di sisi lain, kinerja<br \/>\ninvestasi tetap kuat, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya berbagai proyek<br \/>\npembangunan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pengeluaran konsumsi pemerintah<br \/>\ntumbuh tinggi untuk mendukung stimulus program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG)<br \/>\ndan Koperasi Merah Putih. Sementara itu, dari sisi eksternal, kinerja ekspor Lampung juga tetap positif<br \/>\ndengan pertumbuhan sebesar 0,75%, didukung oleh peningkatan ekspor luar negeri, terutama untuk<br \/>\nkomoditas bubur kayu (pulp), sisa industri makanan, dan bahan kimia organik.<\/p>\n<p>Bank Indonesia memandang kinerja perekonomian Provinsi Lampung yang positif akan<br \/>\nberlanjut, namun sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai. Pada tahun 2026,<\/p>\n<p>pertumbuhan ekonomi<br \/>\nLampung diprakirakan meningkat pada kisaran 5,0 \u2013 5,6%, didukung oleh penguatan permintaan domestik<br \/>\nserta tetap terjaganya permintaan eksternal. Dari sisi lapangan usaha, berlanjutnya<\/p>\n<p>penguatan kinerja perekonomian Lampung diprakirakan ditopang oleh tetap kuatnya kinerja LU utama, khususnya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan seiring berlanjutnya sinergi program intensifikasi pertanian oleh pemerintah Pusat dan Daerah. Selain itu, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan Besar dan Eceran juga berpotensi meningkat, didorong oleh optimalisasi hasil ekspansi usaha sepanjang 2026, serta tetap kuatnya permintaan domestik dan arus perdagangan komoditas antar daerah.<\/p>\n<p>Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung akan terus memperkuat<br \/>\nsinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui tiga strategi utama. Pertama, penguatan sektor primer dan stabilisasi harga sebagai fondasi pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas pertanian, mendorong integrasi hulu\u2013hilir komoditas strategis melalui penguatan bisnis model,serta pengendalian inflasi yang terarah melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Kedua, peningkatan nilai tambah dan investasi sektor berdaya ungkit tinggi sebagai akselerator pertumbuhan melalui penguatan hilirisasi komoditas unggulan didukung pengembangan ekosistem UMKM berorientasi ekspor, serta mendorong realisasi proyek investasi potensial melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO).<\/p>\n<p>Ketiga, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah terus didorong sebagai pendukung pertumbuhan, khususnya melalui peningkatan efisiensi transaksi ekonomi dan keuangan guna mendukung optimalisasi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Herwan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, hariansatelit.com Perekonomian Lampung pada triwulan I 2026 tetap menunjukkan kinerja yang kuat dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,58% (yoy),<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":32347,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-32433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32433"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32433\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32434,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32433\/revisions\/32434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}