{"id":31725,"date":"2026-04-24T22:50:26","date_gmt":"2026-04-24T22:50:26","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=31725"},"modified":"2026-04-24T22:50:34","modified_gmt":"2026-04-24T22:50:34","slug":"suara-anak-muda-bergema-di-iib-darmajaya-verrel-minta-bijak-bermedia-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/04\/24\/suara-anak-muda-bergema-di-iib-darmajaya-verrel-minta-bijak-bermedia-sosial\/","title":{"rendered":"Suara Anak Muda Bergema di IIB Darmajaya, Verrel Minta Bijak Bermedia Sosial"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung,hariansatelit.com<\/p>\n<p>Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM-PAN) Jawa Barat, Verrel Bramasta, menegaskan bahwa generasi muda harus tampil sebagai penggerak bangsa. Mengusung tema \u201cSaatnya yang Muda Bicara dan Bekerja untuk Bangsa\u201d, ia menepis stigma bahwa anak muda minim kontribusi dalam politik dan pembangunan.<\/p>\n<p>Menurut Verrel, sering terdengar anggapan \u201canak muda bisa apa\u201d. Padahal, jawabannya bukan \u201cbisa apa\u201d, melainkan \u201cjustru karena\u201d. Karena anak muda justru bisa menjadi agen perubahan. \u201cAnak muda sekarang bisa menjadi kekuatan dalam menentukan dan penggerak bangsa ke depan,\u201d tegasnya saat memberikan materi di Lantai 3 Gedung Alfian Husin IIB Darmajaya, Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n<p>Verrel juga menyoroti peran media sosial yang kini menjadi kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Selain itu, Verrel menekankan pentingnya memahami Empat Pilar Kebangsaan Indonesia: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. <\/p>\n<p>Menjawab pertanyaan Verrel mengenai pilar Pancasila, Aisyah, mahasiswi Prodi Manajemen semester empat IIB Darmajaya, menegaskan bahwa anak muda harus bicara dan bekerja untuk bangsa dengan memanfaatkan teknologi secara bijak. \u201cApa-apa serba AI, gunakan dengan bijak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pertanyaan lain tentang digital skill, digital culture, bhinneka digital, dan digital safety dijawab Aris, mahasiswa dari Sistem Informasi IIB Darmajaya. Ia menekankan bahwa anak muda harus mampu memilah dan memilih dalam menggunakan media sosial. \u201cJika dulu Mulutmu Harimaumu, saat ini Jarimu Harimaumu, jangan sampai salah bertindak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. menambahkan, anak muda tidak boleh hanya mengomentari politik dari luar. \u201cHasil survei menunjukkan golput bisa mencapai 40 persen. Anak muda harus ikut andil menentukan arah masa depan Indonesia,\u201d kata Firmansyah.<\/p>\n<p>Sesi diskusi ditutup oleh pertanyaan dari ayahanda Verrel Bramasta, Ivan Fadillah yang menegaskan kebanggaannya terhadap BM-PAN sebagai organisasi yang lahir bersama PAN. Ia mendorong sinergi dengan PUAN agar tidak terjebak dalam persaingan. \u201cKita harus bersatu membesarkan suara, turun ke bawah, dan melibatkan ibu-ibu sebagai target market,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Menjawab pertanyaan Ivan Fadillah siapa nama Ketua DPP PUAN, di jawab ibu Eka dari Bapilu DPD PAN Bandar Lampung, bahwa ketua PUAN saat ini Farah Putri Natali. Semua pertanyaan dari Verrel Bramasta maupun Ivan Fadillah diganjar masing-masing uang sebesar Rp500 ribu. <\/p>\n<p>Hadir dalam kesempatan itu, selain Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. hadir pula Ketua Yayasan Alfian Husin yang juga Wakil Ketua MPP PAN Bandar Lampung Ary Meizari, S.E., MBA. dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A.<\/p>\n<p>Hadir pula, Athala Naufal, adik kandung Verrel Bramasta, pengurus BM PAN Kota Bandar Lampung, pengurus PUAN Bandar Lampung, dan sejumlah kader PAN Kota Bandar Lampung, mahasiswa, dan kaum muda dari masyarakat umum. (Herwan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung,hariansatelit.com Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM-PAN) Jawa Barat, Verrel Bramasta, menegaskan bahwa generasi muda harus tampil sebagai<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-31725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31725"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31727,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31725\/revisions\/31727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}