{"id":31289,"date":"2026-04-14T14:31:59","date_gmt":"2026-04-14T14:31:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=31289"},"modified":"2026-04-14T14:32:09","modified_gmt":"2026-04-14T14:32:09","slug":"wamenkes-masalah-utama-tb-kuman-dormant","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2026\/04\/14\/wamenkes-masalah-utama-tb-kuman-dormant\/","title":{"rendered":"Wamenkes: Masalah Utama Tb Kuman Dormant"},"content":{"rendered":"<p>Bandarlampung, hariansatelit.com<\/p>\n<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus menyebutkan bahwa masalah utama tuberkulosis (Tb) di Indonesia saat ini yakni kuman dormant atau infeksi laten yang berada di tubuh tetapi belum bergejala.<\/p>\n<p>&#8220;Bakteri tuberkulosis (Tb) yang &#8216;tertidur&#8217; atau tidak aktif di dalam tubuh (Tb laten), namun tetap hidup dan bisa aktif kembali menjadi masalah utama, sehingga hal ini akan jadi bom waktu,&#8221; kata Wamenkes di Bandarlampung, Selasa (14\/4\/2026).<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, lanjut dia, strategi yang dilakukan saat ini yakni melakukan investigasi kontak terhadap lingkungan sekitar orang yang terkena penyakit Tb.<\/p>\n<p>&#8220;Jika satu orang positif, seluruh penghuni rumah wajib diperiksa dan diberikan Terapi Pencegahan Tb (TPT),&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa pengentasan Tb di Indonesia menjadi fokus utama karena berdasarkan data saat ini Indonesia berada di peringkat kedua kasus tertinggi di dunia dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa per tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Kenapa Tb menjadi prioritas? Dua tahun lalu, Bapak Presiden memanggil saya. Beliau prihatin mengetahui bahwa 125.000 orang meninggal setiap tahun akibat Tb di Indonesia. Saat ini, Indonesia menempati peringkat kedua kasus Tb tertinggi di dunia,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, Presiden menugaskan Kemenkes untuk memimpin pemberantasan Tb langsung di lapangan. Namun memang Tb tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk menuntaskan kasus Tb kami butuh kerja lintas sektoral, Kementerian Dalam Negeri untuk mobilisasi wilayah, dan kementerian lainnya. Tentu Kita tidak bisa hanya mengobati tanpa memperbaiki kondisi lingkungan dan rumah pasien,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa Lampung termasuk dalam 11 provinsi prioritas karena kasus Tb yang tinggi. Namun, begitu kinerja kader di provinsi ini perlu diapresiasi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya apresiasi kinerja para kader di Lampung, notifikasi kasus kita meningkat dari 50 persen menjadi 80 persen. Target kita tahun ini adalah di atas 90 persen,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan bahwa kunjungannya bersama Wamenkes ke Bandarlampung guna memastikan sinkronisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan percepatan penanganan Tb secara lintas sektoral.<\/p>\n<p>&#8220;Bapak Presiden menargetkan Tb tuntas dalam tiga tahun. Kami melihat di Bandarlampung menunjukkan kesiapan paling lengkap, terutama dalam penguasaan data teknis dan pemberdayaan kader,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Menurutnya, Pemkot Bandarlampung menguasai data Tb, kemudian dengan potensi 10.000 kader kesehatan yang ada, diharapkan rantai penularan di kota ini bisa diputus.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan takut memaparkan data. Jika ada 4.000 kasus, maka 20.000 orang di sekitarnya harus diperiksa secara proaktif. Kita tidak boleh hanya menunggu di Puskesmas, sebab sesuai UU No. 23 Tahun 2014, kesehatan adalah urusan wajib pelayanan dasar,&#8221; katanya. (Herwan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandarlampung, hariansatelit.com Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus menyebutkan bahwa masalah utama tuberkulosis (Tb) di Indonesia saat ini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31290,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-31289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31289"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31291,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31289\/revisions\/31291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31290"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}