{"id":24636,"date":"2025-07-01T22:54:25","date_gmt":"2025-07-01T22:54:25","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=24636"},"modified":"2025-07-01T22:54:32","modified_gmt":"2025-07-01T22:54:32","slug":"kpw-bank-indonesia-inflasi-provinsi-lampung-pada-juni-terjaga-25","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2025\/07\/01\/kpw-bank-indonesia-inflasi-provinsi-lampung-pada-juni-terjaga-25\/","title":{"rendered":"Kpw Bank Indonesia Inflasi Provinsi Lampung Pada Juni terjaga 2,5%\u00a0"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung,hariansatelit.com<\/p>\n<p>Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Juni 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar<br \/>\n0,04% (mtm), meningkat dibandingkan periode Mei 2025 yang mengalami deflasi sebesar 0,58% (mtm).<br \/>\nRealisasi tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,19% (mtm). Secara<br \/>\ntahunan, IHK di Provinsi Lampung pada bulan Juni 2025 mengalami inflasi sebesar 2,27% (yoy), lebih tinggi<br \/>\ndibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 2,12% (yoy) dan inflasi nasional yang tercatat<br \/>\nsebesar 1,87% (yoy)<\/p>\n<p>Dilihat darisumbernya, inflasi pada Juni 2025 utamanya disebabkan oleh peningkatan harga komoditas dalam<br \/>\nkelompok makanan, minuman dan tembakau, utamanya beras, cabai rawit, bawang merah, tomat dan<br \/>\ndaging ayam ras dengan andil masing-masing sebesar 0,06% (mtm); 0,04% (mtm); 0,04% (mtm); 0,04% (mtm);<br \/>\ndan 0,03% (mtm). Kenaikan harga beras sejalan dengan masuknya periode tanam gadu pada periode April-Juli<br \/>\n2025. Adapun kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah sejalan dengan berakhirnya periode panen dan<br \/>\npenurunan pasokan di sentra produksi utama. Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh<br \/>\nrelaksasi Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat konsumen yang dilakukan pemerintah mulai Juni 2025.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, inflasi yang lebih tinggi pada Juni 2025 tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami<br \/>\ndeflasi, utamanya bawang putih, cabai merah, kangkung, jeruk dan bensin dengan andil masing-masing<br \/>\nsebesar -0,09%; -0,06%; -0,02%; -0,02% ; dan -0,02% (mtm). Penurunan harga cabai merah didukung oleh<br \/>\nmasuknya periode panen cabai di sentra Produksi Kabupaten Pesawaran. Adapun penurunan harga aneka sayur<br \/>\ndan jeruk dipengaruhi peningkatan produksi di Lampung Barat dan Pringsewu. Sementara itu, penurunan harga<br \/>\nbensin sejalan dengan kebijakan penurunan harga BBM non subsidi Pertamax, Pertamax Turbo, Dextile, dan<br \/>\nPertamina Lite pada bulan Juni 2025.<\/p>\n<p>Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga<br \/>\npada rentang sasaran inflasi 2,5\u00b11% (yoy) sepanjang tahun 2025. Namun, beberapa risiko perlu diwaspadai<br \/>\ndan dimitigasi, diantaranya dari Inflasi Inti (Core Inflation) berupa (i) peningkatan permintaan agregat sebagai<br \/>\ndampak dari kenaikan UMP sebesar 6,5% yang direalisasikan secara bertahap pada tahun 2025; dan (ii)<br \/>\nberlanjutnya kenaikan harga emas dunia akibat ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi<br \/>\nAmerika Serikat. Selanjutnya dari sisi Inflasi makanan yang bergejolak (Volatile Food) adalah (i) peningkatan<br \/>\nharga beras pasca berakhirnya periode panen raya dan masuknya periode tanam gadu (April-Juli 2025); dan (ii)<br \/>\nmusim kemarau yang berlangsung mulai Juni 2025 berisiko menganggu kinerja produksi tanaman pangan dan<br \/>\nhortikultura. Adapun risiko dari inflasi harga yang diatur pemerintah (Administered Price) yang perlu mendapat<br \/>\nperhatian di antaranya penyesuaian harga bahan bakar minyak seiring kenaikan harga minyak dunia akibat<br \/>\nmeningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan potensi pemberlakuan kebijakan tarif baru AS.<\/p>\n<p>Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank<br \/>\nIndonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas harga melalui strategi<br \/>\n4K.<br \/>\n1. Keterjangkauan Harga<br \/>\na. Melakukan operasi pasar beras\/SPHP secara terarah dan targeted.<br \/>\nb. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisiko mengalami<br \/>\nkenaikan harga pada triwulan kedua, diantaranya aneka cabai, aneka bawang, aneka sayur, serta<br \/>\ndaging dan telur ayam ras.<\/p>\n<p>2. Ketersediaan Pasokan<br \/>\na. Perluasan Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK\/Non-IHK.<br \/>\nb. Penguatan kerja sama antar daerah (KAD) maupun intra daerah di Provinsi Lampung untuk komoditas<br \/>\ndefisit dan berisiko defisit dengan sentra produksi.<br \/>\nc. Penguatan koordinasi antar OPD terkait untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program<br \/>\nswasembada pangan di Provinsi Lampung, utamanya melalui optimalisasi lahan, penggunaan varietas<br \/>\nunggul, bantuan alsintan, serta memastikan kelancaran pendistribusian pupuk bersubsidi secara tepat<br \/>\nguna dan tepat sasaran.<\/p>\n<p>3. Kelancaran Distribusi<br \/>\na. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas<br \/>\nangkutan barang dan manusia.<br \/>\nb. Melanjutkan upaya perbaikan jalan kabupaten\/kota dan pedesaan yang dilalui oleh angkutan barang<br \/>\nbahan pangan.<br \/>\nc. Memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar) dalam<br \/>\nmenjaga kelancaran operasi pasar.<\/p>\n<p>4. Komunikasi efektif<br \/>\na. Melakukan rapat koordinasi rutin mingguan di setiap Kabupaten\/Kota dalam rangka menjaga<br \/>\nawareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.<br \/>\nb. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka menjaga ekspektasi<br \/>\npositif terhadap prospek perkembangan harga dan kecukupan pasokan.<br \/>\nc. Penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan yang real time dan<br \/>\nberkualitas untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat (Herwan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung,hariansatelit.com Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Juni 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,04% (mtm), meningkat<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24637,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-24636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24636"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24638,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24636\/revisions\/24638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}