{"id":12007,"date":"2024-05-19T13:27:59","date_gmt":"2024-05-19T13:27:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hariansatelit.com\/?p=12007"},"modified":"2024-05-19T13:28:08","modified_gmt":"2024-05-19T13:28:08","slug":"274-warga-lampung-barat-terjangkit-dbd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/2024\/05\/19\/274-warga-lampung-barat-terjangkit-dbd\/","title":{"rendered":"274 Warga Lampung Barat Terjangkit DBD"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Barat, hariansatelit.com<\/p>\n<p>Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Barat terus menyebar dengan penambahan jumlah penderita, hingga minggu kedua bulan Mei 2024 tercatat sebanyak 274 pasien.<\/p>\n<p>Jumlah tersebut terjadi pada bulan Januari sebanyak 60 kasus, Februari 45 kasus, Maret 39 kasus, April 90 kasus dan minggu pertama dan kedua bulan Mei sebanyak 40 kasus.<\/p>\n<p>Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Barat, Cahyani Susilawati, SKM, M.Kes., mengatakan, 274 kasus DBD yang ditemukan sejak Januari tersebut tersebar di 11 puskesmas\/kecamatan, yakni wilayah Puskesmas Buay Nyerupa (Sukau) 58 kasus, Puskesmas Kebun Tebu 51 kasus, Puskesmas Liwa (Balik Bukit) 40 kasus, Puskesmas Lombok (Lumbok Seminung) 33 kasus.<\/p>\n<p>Kemudian, Puskesmas Pajar Bulan (Way Tenong) 30 kasus, Puskesmas Sumber Jaya 20 kasus, Puskesmas Batu Ketulis 16 kasus, Puskesmas Pagar Dewa 8 kasus Puskesmas Sekincau 8 kasus, Puskesmas Gedung Surian 4 kasus dan Puskesmas Kenali (Belalau) 4 kasus.<\/p>\n<p>Memasuki minggu pertama dan kedua bulan Mei ini saja, kata dia, jumlah kasus terjadi cukup banyak, untuk wilayah Puskesmas Buay Nyerupa 7 kasus, Kebun Tebu 11 kasus, Liwa 7 kasus, Fajar Bulan, Sumber jaya, Pagar Dewa, Sekincau masing-masing satu kasus, Puskesmas Batu Ketulis, Gedung Surian dan Kenali masing-masing tiga kasus, dan Puskesmas Batu Brak 2 kasus.<\/p>\n<p>\u201cSehingga total di minggu pertama dan kedua bulan Mei ini terdapat 40 kasus, dimana 23 kasus dilaporkan pada minggu pertama dan 17 kasus dilaporkan ditemukan pada minggu kedua,\u201d ungkap Susi&#8212;sapaan Cahyani Susilawati, mendampingi Kepala Dinkes Lampung Barat dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., Minggu (19 Mei 2024).<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ira Permatasari, S.Farm, APT, MPH., mengungkapkan, dengan adanya peningkatan serta adanya perubahan iklim di Lampung Barat akhir-akhir ini yang kerap tidak menentu, serta mobilisasi masyarakat ke daerah-daerah yang kasus DBD-nya ada\/tinggi sehingga memungkinkan adanya penularan DBD di masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPerlunya juga peningkatan kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan, dimana wajib Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 1 minggu sekali, dengan kegiatan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur) dan upaya pencegahan gigitan serta perkembangan nyamuk, karena fogging bukan pilihan utama dalam penanggulangan DBD,\u201d ungkap Ira Permata Sari.<\/p>\n<p>Pihaknya akan mensosialisasikan dan menggerakkan masyarakat secara massal dan berkelanjutan langkah-langkah antisipasi melaksanakan gerakan serentak pencegahan dan pengendalian DBD dengan kegiatan PSN dengan cara PSN-3M PLUS secara kontinu setiap minggu di lingkungan rumah, sekolah, kantor, tempat-tempat umum, rumah ibadah dan tempat-tempat penularan potensial lainnya.<\/p>\n<p>Antara lain dengan cara menguras\/membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember penampungan air, penampung lemari es, tatakan dispenser, dan lain-lain, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, seperti drum, tong air, dan lain-lain, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, menabur bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur. (Rls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat, hariansatelit.com Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Barat terus menyebar dengan penambahan jumlah penderita, hingga minggu<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12008,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-12007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lambar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12009,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12007\/revisions\/12009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hariansatelit.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}